Kuncijawabannya adalah: B. pelajari tokoh. Menurut ensiklopedia, berikut adalah tahapan dalam persiapan menulis teks pidato, kecuali pelajari tokoh. Kemudian saya sarankan Anda untuk baca pertanyaan selanjutnya yaitu Jumlah rakaat shalat yang pertama kali diperintahkan Allah adalah waktu? beserta kunci jawabannya.
Dalam sebuah bisnis, pasti ada yang namanya barang atau alat yang disimpan, dipelihara, disalurkan, maupun dihapuskan. Jika tidak diawasi dan direncanakan dengan tepat, bukan tidak mungkin rangkaian aktivitas tersebut dapat berlangsung dengan tidak efektif dan efisien di seluruh tahapannya. Nah, untuk mengoptimalkan aktivitas tersebut, setiap bisnis atau perusahaan harus memahami apa arti logistik. Secara umum, pengertian logistik adalah sebuah ilmu pengetahuan atau seni dalam menjalankan aktivitas penyimpanan, penyaluran, pemeliharaan, sampai penghapusan terhadap sejumlah barang atau peralatan tertentu. Hal tersebut tentu saja bisa berimbas pada efektivitas perencanaan, pengawasan, sampai implementasi terhadap sebuah proses perpindahan barang, jasa, energi, maupun sumber daya lain mulai dari titik awal sampai titik pengguna. Lantas, apa manfaat, tujuan, peran, dan beragam aktivitas logistik? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan berikut ini. Baca Juga Contoh Surat Jalan yang Membuat Pengiriman Barang Lebih Lancar Dijalankan Apa Arti Logistik? Apa Arti Logistik Sejumlah ahli menyatakan jika logistik bisa diartikan sebagai rangkaian upaya, seperti, perencanaan, pengawasan, dan implementasi terhadap sebuah proses pemindahan produk, energi, barang, maupun sumber daya lainnya, mulai dari titik awal sampai ke pihak pengguna. Selain itu, ada pula definisi logistik menurut Christopher yang menjelaskan jika logistik adalah sebuah proses yang dijalankan secara strategis untuk mengelola pengadaan, penyimpanan, dan juga pergerakan material atau suku cadang, dan barang jadi. Logistik juga mencakup informasi mengenai organisasi via jaringan pemasaran, pada prosedur yang mana mampu memaksimalkan keuntungan perusahaan saat ini maupun masa depan dengan seefektif mungkin. Sementara menurut Donald Walters, logistik adalah peran atau fungsi yang condong pada pelibatan alur perpindahan, pengaturan perpindahan sebuah produk, dan penyimpanan material di perjalanannya serta pengirim awal, menuju rantai pasok, hingga akhirnya ke tujuan akhir yaitu pelanggan. Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa ditarik kesimpulan jika logistik adalah bagian dari keilmuan manajemen di mana rangkaian proses aktivitasnya saling berkaitan serta dikerjakan dengan bertahap. Rangkaian aktivitas tersebut juga mempunyai tujuan dalam pengelolaan serta pemeliharaan produk, peralatan, atau perlengkapan tertentu. Tujuan Logistik Semua kegiatan logistik dilakukan guna mencapai sebuah tujuan tertentu, yakni, untuk menjamin ketersediaannya sebuah produk atau barang secara tepat waktu dan sampai di lokasi atau tempat yang tepat. Sehingga, perusahaan perlu menjalankan serangkaian aktivitas, mulai dari pengadaan barang, produksi, sampai distribusi. Pada prosesnya, kegiatan ini memiliki standar performa khusus yang perlu diraih. Selain itu, ada pula tingkatan kinerja yang perlu diraih pada aktivitas logistik, seperti, terciptanya keseimbangan atas kualitas layanan yang dibutuhkan oleh konsumen dengan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan tujuan akhir dari perusahaan. Menurut Bowersox, setidaknya terdapat 2 faktor utama terkait penentuan tingkat kinerja dari logistik. Faktor pelayanan, yakni sebuah tingkat layanan yang dihadirkan oleh perusahaan kepada para konsumennya. Faktor biaya, yakni jumlah atau nominal biaya yang dibutuhkan perusahaan untuk menyediakan pelayanan yang tepat dan baik terhadap para konsumennya. Beragam Aktivitas Logistik Ada sejumlah aktivitas logistik yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya, antara lain Pelayanan pelanggan. Manajemen persediaan. Prediksi permintaan. Komunikasi. Proses pemesanan. Penanganan material. Pengemasan. Seleksi atau pemilihan lokasi pabrik serta tempat penyimpanan atau gudang. Purchasing atau procurement. Layanan dan komponen pendukung. Reverse logistics. Penyimpanan dan pergudangan. Transportasi. Baca Juga Mengintip Gebrakan Bos JNE Hadapi Arus Digitalisasi Lewat Transformasi Bisnis 5 Komponen pada Sistem Logistik Sebagai sebuah rangkaian aktivitas tertentu, logistik tentu memiliki suatu sistem yang terdiri dari sejumlah komponen yang bisa mendukungnya agar dapat terus berjalan baik. Pada dasarnya, terdapat 5 komponen penting pada sistem logistik yang penting untuk dipahami, antara lain Tempat Fasilitas Logistik Jaringan tempat fasilitas merupakan komponen yang wajib dimiliki sebuah perusahaan. Sebab, komponen ini bertujuan untuk merencanakan asal dan tujuan produk serta material yang akan diangkut. Guna menciptakan bentuk layanan yang baik terhadap pelanggan dan mempunyai hubungan secara langsung terhadap produk, perusahaan harus menyiapkan fasilitas lain, seperti gudang, pabrik, serta toko pengecer. Saat serangkaian struktur lokasi dapat diatur dengan tepat dan strategis, perusahaan akan memperoleh keuntungan lebih menjanjikan. Perusahaan pun pastinya ingin meningkatkan efisiensi pada sistem manajemen logistiknya. Terkait hal tersebut, tingkat efisiensi ini berkaitan erat dan juga dibatasi oleh struktur dari lokasi fasilitas. Transportasi Pada sistem logistik, transportasi tentu menjadi komponen penting yang harus disiapkan. Secara umum, terdapat 3 alternatif yang bisa dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung aktivitas transportasinya. Ketiga alternatif tersebut adalah armada peralatan yang dapat dibeli atau disewa, menjalin kontrak tertentu yang dapat diatur dan disesuaikan dengan spesialis transportasi agar mampu mendapatkan layanan pengangkutan, serta mendapatkan sejumlah layanan dari perusahaan transportasi yang telah memiliki izin dan menyediakan layanan pengangkutan dari sebuah lokasi ke lokasi lain dengan tarif sesuai kesepakatan bersama. Manajemen Pengadaan Barang atau Persediaan Komponen ini merupakan bagian struktur perusahaan atau bisnis yang bertugas mengatur tingkat stok atau persediaan barang. Perusahaan wajib mampu mengelola serta mengatur cara memperoleh persediaan, menyimpannya, sampai nantinya dapat dikeluarkan atau digunakan. Tujuan utama dari komponen ini adalah mempertahankan kuantitas produk sesuai dengan target pelayanan. Komunikasi Komunikasi merupakan kegiatan berbagi informasi terhadap semua aktivitas logistik. Tanpa adanya komunikasi yang baik, sistem ini bisa mendapatkan beragam masalah serius. Salah satunya adalah kekeliruan penilaian tren terhadap laju logistik yang bisa memicu masalah kekurangan persediaan produk, maupun menciptakan komitmen berlebihan antara perusahaan dengan pihak pemasok, pihak pelanggan menengah, maupun pelanggan akhir. Selain itu, ada pula risiko terjadinya gangguan prestasi pada sistem yang berdampak pada hilangnya kestabilan. Penyebabnya bisa karena proses evaluasi atau penilaian yang berlebihan atau malah kurang menyeluruh. Penyimpanan Pada komponen yang terakhir, ini, cakupannya meliputi semua aspek operasional dari logistik. Contohnya adalah pengepakan, pengemasan, dan juga pergerakan. Semua aspek tersebut berhubungan dengan persediaan yang bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan sebuah produk maupun material tertentu. 4 Peran Logistik bagi Perusahaan Peran Logistik bagi Perusahaan Tim logistik perusahaan yang mampu bekerja dengan efektif pasti dapat meningkatkan kualitas marketing dengan menyediakan proses perpindahan produk secara lebih efisien kepada para pelanggannya. Secara lebih spesifik, inilah 4 peran logistik bagi perusahaan atau bisnis. Orientasi pada Marketing Logistik mempunyai tugas penting terhadap kepuasan pelanggan sehingga turut berperan penting pula pada usaha pemasaran. Tidak hanya itu, hal tersebut berkaitan erat dan menjadi kunci terkait kemampuan bisnis dalam mendapatkan keuntungan melalui penjualan. Memberi Nilai Tambah Dalam menjalankan sebuah bisnis, produk yang dijajakan tentu harus selalu diinovasi agar memiliki nilai tambah yang menjual dan lebih mampu memuaskan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, loyalitas konsumen akan terjaga dan bisnis tidak akan kalah dengan kompetitor. Nah, kualitas logistik ini mampu memberi nilai tambah terhadap konsumen terkait utilitas waktu dan tempat, yakni, barang bisa didapatkan dengan mudah dan dalam waktu yang pas. Efisien Melakukan Perpindahan Produk Manfaat lainnya adalah terciptanya proses perpindahan produk secara tepat, di lokasi yang akurat, di waktu yang pas, dan dengan kondisi yang seharusnya. Tidak hanya itu, kualitas sistem logistik juga sedikit banyak memengaruhi harga agar lebih terjangkau sehingga konsumen bisa mendapatkan manfaat produk yang dibelinya. Ekonomis Terakhir, efisiensi logistik juga aset harus dijaga dan dipelihara oleh perusahaan. Jika mampu menyediakan produk dengan cepat serta biaya terjangkau ke pelanggan, perusahaan tentu bisa meningkatkan pangsa pasarnya dan menghadapi persaingan dengan para kompetitor. Efisiensi tersebut berpengaruh pula pada penjualan produk dengan harga lebih murah, maupun memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap konsumen sehingga kepuasannya terjaga. Jangan Remehkan Peran Logistik agar Bisnis Berjalan Lebih Lancar Secara umum, logistik merupakan salah satu hal yang berkaitan erat dengan operasional bisnis sehingga pengetahuan tentang aktivitas tersebut penting untuk dipahami. Melalui logistik yang baik, proses pemasaran, penjualan, dan penyediaan produk bisa terjamin. Jadi, kegiatan bisnis perusahaan pun tidak akan sampai terganggu hingga berisiko menurunkan penjualan dan potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Baca Juga Tips Jitu agar Bisnis Kamu Go International Logistik Bisnis Apakah Anda mencari informasi lain?
12Berikut ini adalah tujuan dari manajemen logistik pipeline, kecuali a. Waktu respon yang lebih cepat b. Biaya yang lebih rendah c. Peningkatan variabilitas produk d. Kualitas yang lebih tinggi 13.Komponen utama dari Order Cycle Time (OCT), 3 diantaranya adalah a. Peramalan permintaan, perakitan pesanan, dan transportasi b.
Tujuan Hingga Komponen Sistem Manajemen Logistik Sistem manajemen logistik menjadi bagian dari prinsip manajemen khususnya di bidang logistik. Dengan adanya sistem ini maka diharapkan agar proses operasional perusahaan bisa berjalan dengan efektif. Manajemen logistik sendiri pada dasarnya merupakan bagian dari upaya supply chain management yang memiliki peran utama khususnya dalam melaksanakan proses perencanaan dan pelaksanaan serta pengendalian penyimpanan dan distribusi produk barang. Agar aktivitas ini bisa berjalan secara efektif dan efisien. Lebih lanjut berikut penjelasannya. Adapun sistem manajemen logistik umumnya dipilih perusahaan untuk beberapa tujuan penting. Misalnya yaitu tujuan yang tertera berikut ini. Mencapai target perusahaan Pada dasarnya sistem manajemen logistik yang dijalankan oleh suatu perusahaan memiliki tujuan tersendiri. Adapun tujuan umum dari sistem yang digunakan dalam menjalankan manajemen logistik ini adalah untuk membantu perusahaan dalam mencapai target atau tujuan atau sasaran. Jadi manajemen logistik akan terus berupaya untuk lebih berfokus pada pencapaian tujuan perusahaan. Mengadakan persediaan barang Dalam mencapai target perusahaan tentunya bagian logistik dari suatu perusahaan terus berupaya untuk mengadakan persediaan barang. Pengadaan persediaan barang ini haruslah dilaksanakan dengan benar. Upaya ini bisa dilakukan dengan memastikan kuantitas dan kualitas barang. Selain itu segala upaya perlu dilakukan untuk dapat mendukung proses pengadaan barang secara lebih efektif dan efisien. Menjaga efisiensi dan efektivitas perusahaan Tujuan lainnya dari manajemen logistik adalah untuk menjaga atau mempertahankan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pengadaan barang harus diupayakan agar efektif dan efisien. Demikian pula dengan proses lainnya yang berkaitan dengan logistik. Dalam hal ini sistem manajemen logistik haruslah bisa melakukan aktivitas untuk mencapainya. Fungsi Dari Sistem Manajemen Logistik Melakukan manajemen logistik yang baik tentu saja mendatangkan banyak manfaat. Lebih lanjut, berikut ini fungsi dari sistem manajemen logistik yang dilakukan secara teratur. Fungsi perencanaan Sistem manajemen logistik pada dasarnya memiliki beberapa macam fungsi dan salah satunya adalah fungsi perencanaan. Dalam hal ini manajemen logistik berfungsi untuk menentukan produk yang akan digunakan beserta skala prioritas serta ketersediaannya. Di samping itu dalam menjalankan fungsi ini tentunya juga perlu memperhatikan anggaran agar bisa sesuai dengan budget perusahaan. Fungsi penganggaran Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa sistem yang ada pada manajemen logistik haruslah bisa memperhatikan anggaran. Dalam hal ini fungsi penganggaran perlu dijalankan sehingga biaya untuk mencukupi kebutuhan logistik bisa terpenuhi. Selain itu pengadaan barang nantinya bisa sesuai dengan budget yang memang telah disediakan oleh perusahaan. Fungsi pengadaan Fungsi pengadaan sebagai salah satu fungsi dari sistem manajemen logistik memiliki makna adanya fokus yang lebih terhadap pengadaan barang. Tentunya pengadaan barang haruslah disesuaikan dengan budget atau anggaran yang memang telah dibuat. Namun jika memang suatu kondisi tertentu menyebabkan pengadaan barang tidak sesuai dengan perencanaan maka sudah pasti pihak manajemen harus melakukan improvisasi dalam mengelola logistik. Fungsi penyimpanan Mengenai fungsi penyimpanan dari pihak manajemen logistik umumnya berkaitan dengan pengelolaan barang yang disimpan dan akan disalurkan. Penyimpanan barang harus dilakukan dengan tepat misalnya di tempat yang memang telah disediakan oleh perusahaan. Tempat penyimpanan barang juga harus aman sehingga kondisi barang saat keluar dari tempat penyimpanan sama baiknya dengan kondisi barang saat masuk ke tempat penyimpanan. Fungsi pemeliharaan Yang dimaksud dengan fungsi pemeliharaan oleh pihak manajemen logistik pada dasarnya meliputi seluruh aktivitas yang dapat memelihara barang sehingga barang aman dan dalam kondisi baik. Sebenarnya tujuan dari pemeliharaan barang sendiri adalah untuk memastikan bahwa barang yang tersimpan dalam tempat penyimpanan tidaklah sampai rusak. Fungsi penghapusan Satu lagi fungsi dari manajemen logistik yang ada pada perusahaan adalah fungsi penghapusan. Fungsi yang satu ini berhubungan dengan aktivitas dari pihak manajemen untu memisahkan barang yang telah rusak. Nantinya barang yang telah rusak bisa diperbaiki agar bisa memiliki nilai jual lebih seperti nilai barang lainnya. Atau barang yang rusak juga bisa diganti dengan barang yang memang sesuai. Fungsi pengendalian Terakhir ada pula fungsi pengendalian yang juga menjadi bagian dari manajemen logistik. Fungsi ini dilakukan oleh pihak manajemen logistik tentunya melalui seluruh jenis aktivitas yang sesuai dengan seluruh fungsi yang telah disebutkan di atas. Fungsi pengendalian ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa fungsi logistik secara keseluruhan nantinya bsia sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Komponen Sistem Manajemen Logistik Dalam mengelola sistem manajemen logistik yang baik diperlukan beberapa komponen utama pendukung hal tersebut. Biasanya hal ini terkendali pada sistem dan aplikasi inventory yang terintegrasi. Adapun untuk mewujudkan sistem yang tepat tersebut, berikut ini beberapa komponen utama yang mendukungnya. Jaringan fasilitas Seluruh aktivitas logistik tentunya dapat berjalan dengan baik jika di dalamnya terdapat komponen yang dapat mendukungnya. Misalnya saja seperti jaringan fasilitas yang menjadi salah satu komponen bagi manajemen logistik. Hal ini meliputi pabrik dan gudang serta toko pengecer yang tentunya kesemuanya ini menjadi fasilitas penting bagi sistem manajemen logistik. Layanan transport Selain itu terdapat pula komponen transportasi yang sudah pasti diperlukan dengan tujuan sebagai media atau alat pengangkutan barang. Dengan adanya transportasi inilah nantinya kecepatan pelayanan pada pelanggan bisa terjamin sehingga perusahaan dapat memuaskan pelanggan. Pengadaan material Komponen lainnya dari manajemen logistik yang turut berpengaruh pada kinerja sistem dari manajemen logistik itu sendiri adalah pengadaan material. Umumnya pengadaan material ini berkaitan dengan pengadaan produk jadi. Pengadaan material ini juga berhubungan dengan proses penetapan jadwal produksi sehingga persediaan selalu ada. Proses komunikasi Hal lain yang juga menjadi komponen dalam manajemen logistik adalah proses komunikasi yang sudah pasti merupakan aktivitas yang tak bisa dipisahkan dari suatu sistem logistik. Komunikasi dalam hal ini tentunya juga meliputi seluruh aktivitas dalam memberi informasi agar bisa berjalan secara lebih efisien. Selain itu proses komunikasi juga berkaitan dengan arus informasi itu sendiri yang harus didesain dengan tepat agar dapat mendukung sistem logistik. Penyimpanan Selanjutnya ada pula komponen lainnya yang juga perlu diketahui adalah komponen penyimpanan yang tak kalah pentingnya dari komponen logistik lainnya. Penyimpanan ini mencakup beberapa aktivitas seperti pergerakan dan pengemasan serta pengepakan. Seluruh kegiatan yang menjadi bagian dari proses penyimpan ini sudah seharusnya terintegrasi dengan baik dan secara efektif. Sistem manajemen logistik dengan segala fungsi dan komponen serta tujuannya seperti yang telah tertera di atas diharapkan agar bisa menambah wawasan pada Anda sekalian. Khususnya bagi Anda yang berencana untuk bergelut di bidang logistik sehingga Anda bisa lebih paham lagi mengenai sistem yang ada. Aktivitas dalam sistem yang digunakan pada suatu manajemen logistik tentunya sangat penting untuk kelangsungan perusahaan. Untuk mempermudah proses manajemen logistik kini Anda bisa menggunakan bantuan software terbaik agar sistem manajemen logistik bisa berfungsi secara maksimal.
Dilansirdari Encyclopedia Britannica, kerajaan banten dibawah kepemimpinan sultan ageng tirtayasa dapat berkembang menjadi bandar perdagangan dan pusat penyebaran agama islam.berikut adalah faktor-faktornya, kecuali didirikan oleh anak fathillah yaitu hasanuddin.
Jakarta - Mendengar kata logistik rasanya sudah cukup umum di kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, apakah detikers tahu apa yang sebenarnya dimaksud dengan logistik itu?Daripada detikers bingung, berikut simak penjelasan lengkap lainnya seputar pengertian, tujuan, dan macam-macam aktivitas dari logistik di bawah dari jurnal ilmiah berjudul Analisis Logistik Studi Kasus Pada PT. Remenia Satori Tepas-Kota Manado oleh Rio. A Kasengkang, logistik berasal dari bahasa Yunani kuno yang terdiri dari dua suku kata, yaitu Logic yang berarti rasional, masuk akal dan dapat kata yang kedua adalah Thios yang berarti berpikir. Apabila arti kedua suku kata itu dirangkai, memiliki makna berpikir rasional dan dapat logistik adalah seni dan ilmu, energi dan informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan itu, logistik adalah sekumpulan aktivitas fungsional transportasi, pengendalian inventory, dan pergudangan, reverse logistics dan pemaketan, seperti dikutip dari buku Manajemen Lalu Lintas oleh Dr-Ing. Ir. Daud Nawir LogistikDikutip dari buku Manajemen Logistik dan Supply Chain Management oleh Abdurrozzaq Hasibuan, dkk, terdapat tiga tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan logistik, yaitu1. Tujuan operasional, yaitu agar persediaan barang dapat dilakukan dengan jumlah dan kualitas yang tepat serta waktu yang Tujuan keuangan, yaitu agar pengeluaran untuk pengadaan barang dapat dilakukan secara efisien dengan hasil yang Tujuan pengamanan, yaitu guna menjaga persediaan tidak terganggu oleh kerusakan, pemborosan, penggunaan tanpa hak, pencurian dan penyusutan yang tidak wajar lainnya, serta nilai persediaan yang sesungguhnya dalam sistem akuntansi. Selain itu, mendukung efisiensi dan efektifitas dalam upaya pencapaian tujuan LogistikMenurut Stock dan Lambert, seperti dikutip dari buku Manajemen Logistik oleh Annisa Kesy Garside, membagi aktivitas logistik menjadi 13 macam1. Pelayanan KonsumenPelayanan konsumen customer service adalah suatu proses yang berlangsung di antara pembeli, penjual, dan pihak ketiga yang menghasilkan nilai tambah untuk pertukaran produk atau jasa dalam jangka waktu pendek dan Peramalan PermintaanPeramalan permintaan menentukan berapa banyak tiap barang yang diproduksi perusahaan harus didistribusikan ke berbagai pasar. Perkiraan ramalan yang tepat memungkinkan manajer logistik untuk menyediakan anggaran biaya dalam pelayanan permintaan Manajemen PersediaanAktivitas pengendalian persediaan bersifat kritis karena membutuhkan finansial yang cukup atas aktivitas tersebut, sehingga terdapat ketepatan antara kebutuhan konsumen dengan Komunikasi LogistikKomunikasi adalah jaringan vital diantara seluruh proses logistik dan konsumen perusahaan. Beberapa alat komunikasi logistik, seperti e-commerce, kode barcode, EDI Electronic Data Interchange, Enterprise Resource Penanganan MaterialKegiatan ini berhubungan dengan aliran bahan baku, setengah jadi, dan barang jadi dalam pabrik atau untuk meminimalkan jarak tempuh, meminimalkan WIP, serta meminimalkan kerugian Proses PemesananBeberapa komponen proses pemesanan, yaknia. Operasional, meliputi perubahan pesanan, pengiriman pesanan, invoicing, dan Komunikasi, meliputi modifikasi kesalahan, koreksi pesanan, dan Kredit dan elemen pengumpulan, meliputi pemeriksaan kredit proses penerimaan, dan PengemasanPeran aktivitas ini adalah melindungi produk dari kerusakan ketika disimpan maupun diangkut dan memudahkan penyimpanan serta pemindahan produk, sehingga biaya penanganan produk bisa Suku Cadang dan Dukungan LayananAktifitas ini merupakan aktivitas pelayanan pasca penjualan kepada pelanggan. Peran manajemen logistik adalah meyakinkan pelanggan bahwa komponen dan suku cadang dari produk yang telah dibelinya tersedia kapanpun dan dimanapun pelanggan Pemilihan Lokasi Pabrik dan GudangPergudangan merupakan bagian integral dari semua sistem logistik yang berperan penting dalam melayani konsumen dengan total biaya yang seminimal mungkin, gudang juga merupakan jaringan primer di antara produsen dan Pengadaan ProcurementAktivitas ini bertujuan 1 memberikan aliran material, persediaan, dan pelayanan yang berkesinambungan yang dibutuhkan untuk menjalankan organisasi, 2 meminimalkan investasi persediaan dan Reverse LogisticsAktivitas ini berhubungan erat dengan penanganan pengembalian barang-barang, yang penyebabnya bisa karena kerusakan, kadaluarsa, salah pengiriman, dan yang TransportasiKegiatan ini berhubungan dengan bagian dalam maupun luar departemen Pergudangan dan PenyimpananKegiatan ini berkaitan dengan penyimpanan produk sebelum dijual, dalam hal ini semakin lama waktu antara produksi dan konsumsi maka semakin besar pula tingkat dan jumlah persediaan yang dibutuhkan. Simak Video "Evaluasi Program Transportasi BTS" [GambasVideo 20detik] pal/pal
. 1b634dr9pg.pages.dev/9841b634dr9pg.pages.dev/2201b634dr9pg.pages.dev/1501b634dr9pg.pages.dev/1891b634dr9pg.pages.dev/8011b634dr9pg.pages.dev/2891b634dr9pg.pages.dev/6311b634dr9pg.pages.dev/3631b634dr9pg.pages.dev/2261b634dr9pg.pages.dev/2481b634dr9pg.pages.dev/9861b634dr9pg.pages.dev/3251b634dr9pg.pages.dev/3521b634dr9pg.pages.dev/9781b634dr9pg.pages.dev/183
berikut adalah faktor dari program persediaan logistik kecuali